Titrasi bebas air

Posted: Mei 27, 2012 in Analist, Farmakope IV, Monografi

Literatur : FARMAKOPE INDONESIA IV

METODE I

Larutkan sejumlah zat uji dalam sejumlah volume yang sesuai asam asetat glasial P yang sebelumnya di netralkan  terhadap indikator seperti yang tertera pada monografi, jika perlu di hangatkan dan didinginkan , atau bua larutan seperti yang ditentukan. Jika zat uji berupa garam asam klorida atau bromida, tambahkan 15 ml raksa(II) asetat LP, kecuali dinyatakan lain dalam monografi. Titrasi dengan asam perklorat 0,1 N LV hingga perubahan warna indikator sesuai dengan hingga mutlak maksimum dE/dV (E adalah daya efek tromotif dan V adalah volume titran) dalam titrasi potensiometri. Indikator yang tertera pada monografi juga di gunakan untuk menetralkan raksa(II) asetat LP dan pembakuan titran.

Jika suhu titran pada saat penetapan (t2) berbeda dari suhu titran pada saat pembakuan (t1), katalikan volume titran yang diperlukan dengan [1 + 0,0011 (t1 – t2)] dan hitung dari volume terkoreksi.

Titrasi potensiometri dapat dilakukan dengan menggunakan elektrode kaca dan elektrode pembanding kalomel jenuh (pasti tidak terjadi kebocoran dari larutan jembatan garam) atau gunakan elektrode kombinasi. Hubungan  antara elektrode kalomel dan cairan titrasi harus mempunyai tahanan listrik cukup rendah dan perpindahan cairan dari suatu sisi ke sisi lain harus seminimum mungkin. Pembacaan hasil pengukuran kurang dari nol dapat dihindari dengan menggunakan sumberdaya elektromotif stabil yang di pasang secara seri dengan sistem elektrode. Ketakstabilan dapat terjadi, jika sambungan potensiometer dan sistem elekterode tidak dibuat sesuai dengan petunjuk pabrik.

METODE II

Gunakan titran, pelarut dan idikator seperti yang tertera pada monografi.

Lindungi larutan dan titran dari karbondioksida dan lembab dari udara selama penetapan.

Larutkan sejumlah zat uji dalam sejumlah volume pelarut yang sesuai, yang sebelumnya telah dinetralkan terhadap indikator, jika perlu hangatkan dan didinginkan, atau buat larutan sepeti yang ditentukan. Titrasi hingga perubahan warna indikator sesuai dengan harga mutlak maksimum dE/dV (E adalah daya elektromotif  dan V adalah volume titran) dalam titrasi potensiometri. Titran dibakukan dengan menggunakan pelarut dan indikator yang sama seperti yang ditentukan untuk zat tersebut.

Titrasi potensiometri dapat dilakukan menggunakan elektrode kaca dan pembanding kalomel jenuh, larutan jenuh kalim klorida P dalam air diganti dengan larutan jenuh kalium klorida P dalam metanol P. Hubungan  antara elektrode kalomel dan cairan titrasi harus mempunyai tahanan listrik cukup rendah dan perpindahan cairan dari suatu sisi ke sisi lain harus seminimum mungkin. Pembacaan hasil pengukuran kurang dari nol dapat dihindari dengan menggunakan sumberdaya elektromotif stabil yang di pasang secara seri dengan sistem elektrode. Ketakstabilan dapat terjadi, jika sambungan potensiometer dan sistem elekterode tidak dibuat sesuai dengan petunjuk pabrik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s