Cremores

Posted: Juni 24, 2012 in Analist, Farmakope III, Monografi umum

Literatur : Farmakope Indonesia III

Cremores
Krim

Krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi mengandung air tidak lebih dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Ada dua tipe krim, krim tipe minyak-air dan krim tipe air-minyak.

Stabilitas. Krim rusak, jika terganggu sistim campurannya terutama disebabkan perubahan suhu dan perubahan komposisi disebabkan penambahan salah satu fase secara berlebihan atau pencampuran dua tipe krim jika zat pengemulsi tersebut tidak tercampur satu sama lain.
Pengenceran krim hanya hanya dapat dilakukan jika diketahui pengencer yang cocok yang dilakukan dengan teknik aseptik.
Krim yang sudah diencerkan harus digunakan dalam waktu satu bulan.

Zat pengemulsi. Pemilihan zat pengemulsi harus disesuaikan dengan jenis dan sifat krim yang dikehendaki.
Sebagai zat pengemulsi dapat digunakan emulgid. Lemak bulu domba, setaseum, setilalkohol, stearilalkohol, trietanolaminil stearat dan golongan sorbitan, polisorbat, polietilglikol, sabun.

Zat pengawet. Umumnya digunakan metil paraben 0,12% hingga 0,18% atau propil paraben 0,02% hingga 0,05%.
Penyimpanan. Dalam wadah tertutup baik atau tube, di tempat sejuk.
Penandaan. Pada etiket juga harus tertera “Obat Luar”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s