Penetapan Kadar Minyak Atsiri

Posted: Juli 6, 2012 in Analist, Farmakope III, Farmakope IV, Monografi

literatur: Farmakope III, Farmakope IV

Penetapan Kadar Minyak Atsiri

Farmakope IV

Letakan labu alas bulat satu liter, berleher pendek, dalam dalam mantel pemanas yang dilengkapi dengan pengaduk magnetik. Masukan batang tabung magnetik ke dalam labu, hubungkan labu dengan pendingin dan alat penampung berskala seperti pada gambar.

Timbang secukupnya sejumlah bahan yang telah dihancurkan, hingga diperkirakan dapat menghasilkan 1 ml sampai 3 ml minyak atsiri. Biji yang kecil, buah atau potongan daun dari herba pada umumnya tidak perlu dihancurkan. Serbuk yang sangat halus harus dihindari. Jika hal ini tidak memungkinkan, bahan dapat dicampur dengan serbuk gergaji atau pasir yang telah dimurnikan. Masukan sejumlah bahan yang telah ditimbang seksama ke dalam labu. Hubungkan dengan bagian pendingin dan penampung berskala. Didihkan isi labu dengan pemansan yang sesuai untuk menjaga agar pendidihan berlangsung tidak terlalu kuat selama 2 jam, atau sampai minyak atsiri terdestilasi sempurna dan tidak bertambah lagi dalam bagian penampung berskala.

Jika sejumlah volume minyak atsiri telah tertampung dalam bagian penampung berskala, pencatatan dapat dilakukan dengan pembacaan sampai 0,1 ml, dan volume minyak atsiri untuk setiap 100 gram bahan dapat dihitung dari bobot bahan yang ditimbang. Sekala pada penampung untuk minyak atsiri dengan bobot jenis lebih besar dari air diletakan sedemikian hingga minyak atsiri akan tertampung di bawah kondesat air, sehingga otomatis air kembali ke dalam labu.

Penetapan Kadar Minyak Atsiri

Farmakope III

Bahan yang diuji jika perlu, digiling menjadi serbuk kasar atau dimemarkan. Untuk pembuatan serbuk, bahan setelah dikeringkan di atas kapur tohor sebaiknya digiling menggunakan penggiling sederhana yang digerakan dengan tangan, supaya penggiling tidak menjadi panas. Pememaran dikerjakan dalam sebuah mortir, kemudian mortir dibilas dengan cairan penyuling

Cara penetapan Cara 1. Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling, pasang alat, isi buret dengan air hingga penuh. Panaskan dengan tangas udara, sehingga penyulingan berlangsung dengan lambat tetapi teratur, setelah penyulingan selesai biarkan selama tidak kurang dari 15 menit, catat volume minyak atsiri pada buret. Hitung kadar minyak atsiri dalam % v/b.

Cara II Dilakukan menurut cara yang tertera pada cara I. Sebelum buret diisi penuh dengan air,lebih dahulu diisi dengan 0,2 ml Xilen P yang diukur seksama. Volume minyak atsiri dihitung denga mengurangkan volume yang dibaca dengan volume xilen.

Simplisia

Cairan penyuling

Cara

Waktu
penyulingan
(jam)

Jumlah
(g)

Keadaan

Jenis

Jumlah
(ml)

Adas Sowa

20

Utuh

GA

300

I

3

Adas manis

10

Utuh

GA

50

II

4

Bunga kamil

25

Utuh

A

250

I

5

Dringo

10

Digiling

A

100

I

5

Kapulaga

5

Hanya biji, digiling

GA

25

I

5

Ketumbar

50

digiling

GA

250

I

4

Kulit buah jeruk

20

Diiris-iris
15mm x 15mm

Asam

300

I

3

Lada hitam

10

dimemarkan

GA

250

I

5

Lada putih

20

dimemarkan

GA

250

I

5

Pala

5

digiling

A

50

I

4

A adalah air. GA adalah campuran air gliserol P volume sama. Asam adalah campuran yang terdiri dari 1 bagian volume asam klorida P dan 10 bagian volume air

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s