Tablet

Posted: Juli 8, 2012 in Analist, Farmakope III, Farmakope IV, Monografi umum

literatur: Farmakope III, Farmakope IV

Compressi
Tablet

Farmakope IV

 

Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan, dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa.

Sebagian tablet dibuat dengan cara pengempaan dan merupakan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan. Tablet kempa dibuat dengan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul mengunakan cetakan baja. Tablet dapat dibuat berbagai ukuran, bentuk dan penandaan permukaan tergantung pada desain cetakan. Tablet berbentuk kapsul umumnya disebut kaplet. Bolus adalah tablet besar digunakan untuk obat hewan, umumnya untuk hewan besar.

Tablet cetak dibuat dengan menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah kedalam lubang cetakan . kepadatan tablet tergantung pada ikatan kristal yang terbentuk selama proses pengeringan  selenjutnya tidak tergantung pada kekuatan tekanan yang diberikan.

Tablet tritural merupakan tablet cetak atau kempa berbentuk kecil, umumnya silindris, digunakan untuk memberikan jumlah terukur yang tepat untuk peracikan obat. Jenis tablet ini sekarang sudah jarang digunakan. Tablet hipodermik adalah tablet cetak yang dibuat dari bahan yang mudah melarut atau melarut sempurna dalam air, dulu umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi hipodermik. Diberikan secara oral atau jika diperlukan ketersediaan obat yang cepat seperti halnya pada tablet nitrogliserin, diberikan secara sublingual.

Tablet bukal digunakan dengan cara meletakan tablet di antara pipi dan gusi dan tablet sublingual digunakan dengan cara meletakan di bawah lidah, sehingga zat aktif diserap secara langsung melalui mukosa mulut. Beberapa obat mudah diserap dengan cara ini ( seperti nitrogliserin dan hormon sieorid tertentu) dan mempunyai banyak keuntungan.

Tablet efervesen yang larut, dibuat dengan cara dikempa, selain zat aktif juga mengandung campuran asam (asam sitrat, asam tartrat) dan natrium bikarbonat, yang jika dilarutkn dalam air  akan menghasilkan karbon dioksida. Tablet dilarutakn atau didispersikan dalam air sebelum pemberian. Tablet efervensen harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab, pada etiket tertera tidak untung langsung ditelan.

 

 

Compressi
Tablet

Farmakope III

 

Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaan rata tau cembung, mengandung satu satu jenis bahan obat atau lebih atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan  yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengembang, zat pengikat, zat pelicin, zat pembasah atau zat lain yang cocok.

Tablet bersalut adalah tablet yang disalut dengan zat penyalut yang cocok untuk maksud dan tujuan tertentu.

Tablet bersalut gula, disingkat tablet salut gula adalah tablet yang disalut dengan larutan gula atau zat lain yang cocok dengan atau tanpa zat warna.

Tablet bersalut kempa adalah tablet yang di salut kempa cetak dengan massa granulat yang terdiri dari laktosat, kalsium fostat atau zat lain yang cocok.

Tablet bersalut selaput adalah tablet yang disalut dengan lapisan yang dimuat dengan cara pengendapan zat pelarut dari pelarut yang cocok. Lapisan selaput umumnya tidak lebih dari 10% berat tablet.

Tablet bersalut enterik adalah tablet yang disalut dengan zat penyalut yang relatif tidak larut dalam asam lambung, tetapi  larut dan hancur dalam lingkungan basa usus halus.

Syarat tablet, kecuali dinyatakan lain, tablet harus memenuhi syarat berikut :

 

Keseragaman ukuran. Kecuali dinyatakan alin, diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1  tebal tablet.

Keseragaman bobot, tablet tidak bersalut harus memenuhi keseragaman bobot yang ditetapkan sebagai berikut : Timbang 20 tablet, hitung bobot rata tablet. Jika ditimbang satu demi satu, tidak lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya mentimpang dari bobot rata-ratanya lebiah besar dari harga kolom A, dan tidak satu tabletpun bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan kolom B.

 

Bobot rata-rata

Penyimpanan bobot rata-rata
dalam %

≤ 25 mg

15%

30%

26 mg – 150 mg

10%

20%

151 mg – 500 mg

7,5%

15%

> 500 mg

5%

10%

Waktu hancur tablet tidak bersalut enterik; Alat tabung gelas panjang 80 mm samapi 100 mm, diameter dalam ± 28 mm, diameter luar 30 mm hingga 31 mm, ujung bawah dilengkapi kasa kawat tahan karat, lubang sesuai dengan pengayak nomor 4, berbentuk keranjang.

Keranjang disisipkan searah di tengah-tangah tabung kaca diameter 45 mm, dicelupkan ke dalam air bersuhu antara 36º C dan 38º C sebanyak ± 1000 ml, sedalam tidak kurang dari 15 cm sehingga dapat dinaik turunkan dengan teratur. Kedudukan kawaw kasa pada posisi tertinggi tepat di atas permukaan air dan kedudukan terendah mulut keranjang tepat dibawah permukaan air.

Cara: masukan 5 tablet kedalam keranjang, turun-naikkan keranjang secara teratur 30 kali tiap menit. Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada bagian tablet yang tertinggal di atas kasa, kecuali fragmen yang berasal dari zat penyalut. Kecuali dinyatakan lain, waktu yang diperlukan untuk menghancurkan kelima tablet tidak lebih dari 15 menit untuk tablet tidak bersalut dan tidak lebih dari 60 menit untuk  tablet bersalut gula dan bersalut selaput.

Jika tablet tidak memenuhi syarat ini, ulangi pengujian menggunakan tablet satu persatu, kemudian ulangi lagi menggunakan 5 tablet dengan cakram penuntun. Dengan cara pengujian ini tablet harus memenuhi syarat di atas.

 

Cakram penuntun terdiri dari cakram yang terbuat dari bahan yang cocok, diameter ± 26 mm, tebal 2 mm, permukaan bawah rata, permukaan atas berlubang 3 dengan jarak masing-masing lubang 10 mm dari titik pusat. Tiap lubang tersapat kawat tahan karat diameter 0,445 mm yang dipasang tegak lurus permukaan cakram dan dihubungkan dengan cicin penuntun yang terbuat dari kawat jenis yang sama, diameter 27 mm. Jarak cicin penuntun dengan permukaan atas cakram 15 mm. Beda antara cakram penuntun dengan diameter keranjang dalam, sebaiknya antara 1 mm dan 2 mm. Bobot cakram penuntun tidak kurang dari 1,9 gram dan tidak lebih dari 2,1 gram.

Waktu hancur tablet bersalut enterik; Lakukan pengujian waktu hancur menggunakan alat dan menurut cara tersebut di atas air, diganti dengan ± 250 ml asam kloroda 0,06 N. Pengerjaan dilakukan selama 3 jam, tablet tidak larut kecuali zat penyalut. Alat keranjang cuci segera tablet dengan air. Ganti larutan asam dengan dapar pH 6,8, atur suhu antara 36º dan 38º. Celupkan keranjang ke dalam larutan tersebut. Lanjutkan pengujian selama 60 menit. Pada akhir pengujian tidak terdapat bagian tablet di atas kasa kecuali fragmen zat penyalut.

Jika tablet tidak memenuhi syarat ini, ulangi pengujian menggunakan tablet satu persatu, kemudian ulangi lagi menggunakan 5 tablet dengan cakram penuntun. Dengan cara pengujian ini tablet harus memenuhi syarat di atas.

Penyimpanan; Dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk, terlindung dari cahaya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s